Jumat, 18 Maret 2011

AnaMod ATS-1, AM670 & AM660

Sore 17 Maret 2011, kita para SE (Sound Engineer) berkumpul di Brotherland studio kawasan Sudirman Park. Btw, kali pertama buat ane masuk Brotherland (Moko : Studionya cool....emang bener2 dingin ACnya hehehe).

Kali ini kita mau membedah binatang baru, yang baru aja masuk ke pasar Indonesia, berupa produk dari AnaMod (Analog Modeling)


Sedikit Jasmerah (jangan lupakan sejarah) dari AnaMod, perusahaan ini didirikan oleh Dave Amels (Bomb Factory, Voce), dan Greg Gualtieri (Pendulum Audio) tahun 2006. Sudah bisa ketebak khan, terutama agan-agan yang biasa pakai plugin Bomb Factory dan nama Pendulum Audio juga kesohor di dunia audio. Dave Amels jago mensimulasikan suara analog kedalam bentuk plug-in digital, sementara Greg Gualtieri jagoan dalam rangkaian analog audio. Sudah kebayang khan gimana 2 orang ini jika bersatu.

   Yang pertama di tes adalah compressor seri AM. Seri ini bentuk dan soundnya seperti kompressor legend, Fairchild 660 atau 670 dimana teknologi yang diusung Fairchild adalah menggunakan tube, dan sekali lagi Anamod berhasil membuat analog komputer untuk kompressor mereka tanpa tube, ga segede Fairchild bentuknya dan tentu saja ga ada latency seperti plugin.

Kita coba kulik dari AM660 format 500 (dibutuhkan box dan powersupply terpisah seperti API Lunchbox). AM660 adalah mono compressor, harganya juga separoh dari AM670. Karena cuma ada 1 unit dan mono, maka kita test dengan track vokal. Cara pakainya gampang, cuma ada 3 knob yang kita mainkan, Input, Threshold dan Time Constant. Pertama Input kita biarkan posisi 0 dB tidak ada pengurangan atau naikin gain, kemudian kita atur Thresholdnya sampai ngompress beberapa dB sesuai keinginan kita. Gain reductionnya tinggal lihat di GR meter aja. Setelah terkompres beberapa dB, ane coba naikin Input gainnya, berharap mendapatkan sound yang something special. Ane coba dengerkan sound yg keluar, sound yang keluar jadi jantan n keren. Begitu vokal mulai ke kompres, maka artifak-artifak yang ada di mulut dan tenggorokan vokalis langsung keluar. Gain juga serasa naik. Sayang waktu itu kita ga pakai track vokal cewek. Ane bayangin kalau yang di kompres dengan AM660 ini si Lady Gaga atau Katy Perry, hadoh bisa mupeng....maksudnya pingin segera bawa AM660 ke studio sendiri gan. Terus ada 1 knob lagi yaitu Time Constant, fungsinya adalah seberapa cepat atau lambat kita kembalikan kompressan kita. Release-lah bahasa kompresnya. Time Constan tinggal kita atur aja sesuai keinginan, mau ngompres terus atau mau dibikin bernafas.



Setelah puas kulik seri 500nya, sekarang giliran AM670 si big brother, pada dasarnya AM670 sama baik dari sisi knob dan parameter maupun soundnya. Sama persis. Nah beda mendasarnya adalah ada switch dengan 3 pilihan yaitu Left-Right, Stereo dan Lat Vert. Left Right dan Stereo kurang lebih samalah, dual mono atau stereo kurang lebih penjelasannya gitu. Knob AM670 Left cahnnel dan Right channel emang dibuat terpisah so kita bisa jadikan kompressor ini untuk ngompres 2 track sound yang berbeda, misalkan kick dan snare dimana masing-masing track butuh seting yang berbeda. Dengan AM670 sangat dimungkinakan kita ngompres dengan beda seting di tiap channelnya.

  
Kali ini kita kulik AM670 sebagai master group drum, cara pakainya gampang seperti ngulik vokal di AM660. Sound yang keluar bener-bener asik. Drum jadi gagah berani. Seolah-olah drumernya jago banget mainnya. Nah yang ane demen dari AM670 ini jika swith ane posisikan ke Lat Vert, doi jadi M-S (Mid - Side) Compressor. Channel 1 (atas) akan mengontrol kompressan tengah dari track stereo yang kita masukkan,  sedang channel 2 (bawah) akan mengontrol kompressan sidenya atau lebarnya track stereo ini. Gambarannya gini gan, begitu group drum stereo dimasukkin kesini dengan switch ke Lat Vert, kita bisa ngatur apakah kita pingin kick snare atau apapun yang berada di panning tengah menjadi di depan atau maju, dengan cara mainkan knob-knob bagian atas AM670, kalau tengahnya pingin maju ya tinggal di naikin atau Input Gain Left Channel. Begitu juga kalau kita pingin sidenya terasa lebar, maka naikan aja Gain Right Channelnya. Kemampuan kompressor ini dalam hal pengompressan sangat-sangat baik, menerut ane, kompressor yang baik adalah kompressor yang bisa jaga dinamika supaya levelnya rata tapi di kuping terasa tidak terkompres. Jadi kompressor seperti ini sangat asik buat mixing, so kita bisa pakai sebagai tools dapatin color yang berbeda.


OK yang ATS-1 tunggu dulu ya...ane ngopi dulu...mulai ngantuk nih, maklum sudah jam 5 pagi.