Jumat, 25 Februari 2011

Elysia xpressor 500 - multi purpose compressor

Kali pertama di-twit sama Moko bigknob.net untuk kopdar engineer dan demo compressor Elysia, langsung gue sambut dengan antusias. Dan demopun diadakan bulan Januari 2011 di studio gue Nada Musika, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.


Beberapa teman engineer turut hadir diantaranya Moko himself n pasukan BigKnob Audio, Sam Kevin, Atok Creno, Joseph Manurung, Wawan Qreebo, Indra Q, Sadat Efendy, Bagus Musicallo, Yusuf Efendy, Dewa Ludi, Aurellia Li, Richard RFT dll.

Kesan pertama dengan Elysia xpressor adalah unit compressor yang bisa ngompres ber dB-dB tanpa terasa kekompres. Istilah Sam dan Moko adalah kompresor abal-abal hahahaha, kompresor tapi ga ngompres.

Format xpressor 500 adalah format API 500 series, masih dibutuhkan box lain yang berisi power supply dan slot untuk menampung unit yang berbasiskan 500 series. Dan format ini semakin berkembang n good invesment di masa mendatang. Lain kali gue akan bahas format 500 series. Terutama API Lunchbox seperti yang dipakai di Nada Musika Studio.

Yang membuat gue impressed dg si Elysia ini adalah fasilitas PARALEL COMPRESSOR yang sudah built in dan bisa dimix seberapa besar ratio antara full compress dan dry signal, kata lainnya adalah kita bisa ngemix antara signal dry dan wet sesukanya. Mau banyakan compressannya ato lebih ke signal dry terserah kita. Dan soundnya bener-bener musikal. Enak di kuping.


Fasilitas lainnya adalh GRL alias Gain Reduction Limiter. GRL ini lawannya GPR alias Ga Pake Rem hehehehe. OK back to the GRL, fungsi GRL ini adalah membatasi Gain Reduction, nah bingung ga, sudah di kompres habis2an kemduian besaran kompresannya bisa kita batasi pada point tertentu. Kira2 soundnya seperti ini kalau dijelasin lewat kata-kata, katakan kita kompres sampai - 8 dB, pasti sound kompresan seperti tercekik, kemudian GRL kita set ke 2.0 dB, maka otomatis meter GR turun jadi - 2 dB aja, dan sound jadi kebuka lagi alias natural sound. Makanya gue bilang neng Elysia xpressor ini adalah Kompressor abal-abal. Kalo kompressor pada dasarnya ngompress habis-habisan Ga Pake Rem, nah GRL ini yang ngerem hasil kompresan.

Oh ya, seperti kebanyakan compressor, knob-knob dan tombol yang ada di Elysia Compressor ini selain yang gue sebut diatas GRL dan Mix (Paralel Compressor) adalah :



THRESHOLD buat ngeset poin dimana kompressor mulai bekerja atau ngompres, dari -42 sampai + 22

ATTACK adalah respon seberapa cepat kompressor akan bekerja

RELEASE untuk mengontrol seberapa cepat/lambat hasil kompresan dikembalikan ke posisi tidak terkompres

RATIO you know me so well-lah apa itu Ratio, alias perbandingan input level dan output level. Seting dari 1:1 sampai unlimited (limiter) bahkan ada negative rationya juga....eits jangan negative thinking dulu, negative ratio berfungsi semakin besar sinyal inputnya, semakin kecil outputnya, bukan semakin rata, cocok buat lagu-lagu yang nge-groove

SCF alias Side Chain Filter, bisa di set dari frekuensi 31 Hz sampe 1 kHz. Maksudnya gini, let's say SCF diset di freq 120 Hz, so semua materi diatas frekuensi 120 Hz akan di kompres, sedang dibawah 120 Hz terkompres tapi tidak banyak. Semacam multiband gitu, tapi bekerja diatas frekuensi yang sudah kita tentukan.

GAIN adalah make up gain buat kompensasi sinyal yang terkompres, dari 0 dB sampai 21 dB gain dan asiknya semakin digedein Gainnya, sinyal naik secara perlahan, semakin dibuka semakin musikal suaranya, semakin lebar dimesinya, semakin enak di kuping. Tidak seperti pada kompresor standar pada umumnya, semakin dibuka gainnya semakin nampar outputnya tapi ujung-ujungnya sound jadi pecah. Kalau mbak Elysia ini semakin digenjot gainnya semakin manis dan semakin lebar senyumnya....hahahaha bisa aja nih.

GRL dan MIX sudah dibahas diatas.

Gain Reduction Meter ada 14 lampu LED untuk menunjukan seberapa dB sinyal terkompres, mulai dari -1 sampai -14 dB.

GRL Led akan menyala jika GRL mulai bekerja. Pada kenyataannya gue ga pernah lagi liatin GR Meter, pokoknya puter-puter knob threshold, kalo kecekik ya di rem aja pake GRL.

Switch HIT IT untuk on off ccompressor dan pada kenyataanya selalu posisi HIT and RUN the mixing

WARM MODE akan dijelasin dibawah, kalo ga gitu agan-agan ga nerusnin baca review gue

LOG REL ini semacam LOG GUNS kali yah? hahaha Logaritmic Release, disini kurva release bukan linear lagi tapi Logaritmik, sangat dianjurkan jika mbak Elysia ini di gunakan di Master Bus atau pada waktu Mastering.

AUTO FAST jika tombol ini di on, maka attacknya akan diatur secara Auto oleh si Elysia xpressor ini.

Uji coba dilakukan oleh Moko Big Knob Audio dan di aplikasikan di Drum Master Group, setelah dirasa cukup compress-nya dan GRL di diatur supaya kompresan manteng di -2 dB terus, langsung kita mainkan Paralell Compressornya dengan perbandingan 50:50, kemudian gain diangkat sekitar 3 dB.....woooohoho..... langsung deh ambience drum naik dengan sangat natural, serasa drum ini sudah diberi reverb atau berada di hall yg gede. Detail permainan drum semakin jelas, kesannya si drumer ini jagoan banget dalam gebukin drum. Ketika tombol WARM di on, sound bener-bener serasa warm n natural.

Note : kita hanya balance drum dg sedikit eq dan tanpa compressor di track drum dan tanpa reverb atau delay sama sekali.



Xpressor pada track vokal untuk keperluan mixing asik juga, uji coba kali ini gue lakukan bersama Indra Q. Kita ambil sampel vokal rock yang masih mentah tanpa ada plugin di track vokal. Setelah kulik sana kulik sini dengan Xpressor, woooooo.....vokal langsung terasa steady, punch bahkan muncrat-muncratnya vokal ala vokalis rock langsung didapat dengan mainin Mix alias Paralel Compression. Untuk vokalis lembut jangan khawatir, mbak Elysia ini juga bisa sopan koq.


Kesan gue terhadap Elysia Xpressor 500 ini adalah, sebuah stereo class-A compressor yang dibuat tidak hanya memainkan dinamika sinyal audio saja, tetapi juga mempunyai karakter yang unik, dimana ambience dari suatu materi bisa kita tongolin lebih jelas lagi. Ada fasilitas Paralel Compression dan termasuk kompressor yang gesit dan punch. Kalo gue bilang ni compressor bisa sopan hayuk, ugal-ugalan taring maaannnnggggg...........

Harga fair enough, sekitar USD 1.200an, jauh lebih murah dibanding versi kakaknya yang Mpressor, apalagi yang Alpha series. Tak perlu berpikir lama buat gue untuk keep si manis Elysia di dalam API Lunchbox gue n siap menemani gue untuk mixing maupun mastering.

Kalopun ada kekurangan dari unit ini adalah, dibutuhkannya API Lunchbox power supply atau sejenisnya. Tapi ga masalah, toh API Lunchbox juga bisa memuat total 6 unit 500 series. Good investmen for the future.

Team Becak GPR (Ga Pake Rem)
ki-ka : Joseph Manurung, Indra Q, Edi Hazt, Sam Kevin, Wawan Qreebo 

Stay Tune Gan, lain kali gue review antara Elysia Xpressor Hardware dan Elysia mpressor software.




................ READ MORE ................